Friday, February 17, 2012

Arti dari Pengorbanan

                Terkadang, kita harus rela mengorbankan kebahagiaan hidup kita dikarenakan perbuatan serta janji yang terlanjur kita perbuat,,,,hem..sebenarnya itu memang sudah seharusnya, seperti kata pepatah "Berani berbuat berani bertanggung jawab" namun dilain sisi sesungguhnya sangat berat, begitu menderitanya saat kita melakukan pengorbanan itu......


Hal ini terjadi pada salah seorang sobatku terkasih....semoga Allah memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya kepadanya atas semua pengorbanan yang telah ia lakukan, Doa ku selalu untukmu sobatku...selagi  jantung massih berdetak dan nafas masih berhembus, kehidupan akan terus memberikan rintangan untuk kita hadapi, saat kita sanggup menghadapi semua rintangan itu, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya, buah dari semua pengorbanan yang telah kita lakukan...
.......doa ku slalu untukmu sobatku....
Read more »

Wednesday, February 8, 2012

Kunjungan Singkat ke Pantai Pongkar Karimun

           Sebenarnya tidak ada agenda atau planning khusus buat mengunjungi salah satu keindahan alam yang terletak di Kabupaten Karimun, Bagian dari Provinsi Kepulauan Riau Ini, Namun dikarenakan tugas ku yang membawa rejeki ini, yah begitulah kira-kira, waktu yang aku punya juga singkat hanya beberapa jam, itu pun di luar dari jam tugas ku di kabupaten ini, yah akhirnya ku putuskan untuk mengunjungi pantai yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar, atau bisa dibilang pantai keunggulan dan kebanggaan kabupaten ini, yang memamerkan keindahan dan exotisme alam yang masih belum banyak terjamah oleh manusia..

Pantai Pongkar sendiri memiliki keunggulan yang unik unik dengan hamparan butiran pasir putih yang bersih dan jajaran pohon cemara yang menawan, yah tak ada kelapa, cemarapun jadi lah hehehe...

Perjalanan yang aku tempuh kira-kira hanya setengah jam dari tempatku bekerja, yaitu kawasan meral, sedangkan Pantai Pongkar ini terletak di Kecamatan Tebing.

perjalan yang singkat sih, karena memang karimun masih tidak begitu padat penduduknya, jadi masih terhindar dari yang namanya kemacetan dech...


Cerita punya cerita....tibalah kita di pantai yang indah ini....


tapi sayang, dikarenakan air lagi surut, jadinya kelihatan dech sedikit tidak enak dipandang, tetapi tetap indah koq.....
                                     
Setelah puas bermain di pantai, lanjut ke Air Terjun yang cukup terkenal nih, yang letaknya juga tidak begitu jauh dari Pantai Pongkar, atau lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Air Meleleh, hehe....koq disebut air meleleh yah,,,,

mari kita cari tahu.......


nah ini dia.......

OK Dech Sekian dan Terima Kasih
Read more »

Monday, January 30, 2012

Perjalanan Ke Ujung Barelang Kota Batam

                  Liburan Imlek 2563 kali ini, aku manfaatkan untuk bernostalgia mengenang perjalananku ke ujung barelang, hem kenapa dikatakan ujung yah, ternyata memang bener-benar ujung loh, kan seperti yang kita tahu bahwa kota batam ini memang hanya lah sebuah pulau kecil yang termasuk dalam gugusan pulau provinsi kepulauan riau, namun walaupun hanya sebuah pulau kecil, tetapi batam juga adalah sebuah kota yang bisa dikatakan maju, mulai dari pembangunan maupun industrinya yang sudah dikenal oleh masyarakat banyak, hal ini juga tidak lepas dari posisi batam yang merupakan perbatasan dengan negara-negara tetangga, sehingga banyak investor-investor asing yang menanamkan modalnya dan membangun industri-industri di kota ini, sehingga terkenallah batam dengan kota industrinya.
               
                   Hem, sekilas aja yah pembukaannya, selanjutnya mari kita melakukan perjalanan panjang menempuh jarak lebih kurang 80Km, dari pusat kota batam, untuk mencapai salah satu titik dari ujung kota batam, melalui gugusan pulau-pulau yang telah dihubungkan dengan 6 buah jembatan yang merupakan ikon kota batam, yang lebih dikenal dengan "Jembatan Barelang"...go..go..go


Hem...singkat cerita, udah nyampe dech di Jembatan 1 yang mempesona dan terkenal sebagai ikon kota batam itu..yang juga diberi nama jembatan Tengku Fisabilillah yang struktur dan modelnya mirip dengan Golden Gatenya San Fransisco loh..hihihi..liat-liat di photo-photo juga sech..soalnya kan lom pernah tuh ke San Fransisco xixixixixixi....

Jembatan 1 ini menghugungkan antara pulau batam dengan pulau tonton...jembatan ini memiliki lebar tinggi 642x350x38 meter, hem...panjang juga loh sodara-sodara..

Nah kalo sore hari juga biasanya di jembatan ini ramai sekali loh, bukan hanya masyarakat setempat yang memadatinya, tetapi juga turis-turis asing loh, terutama turis dari Singapore yang memang jarak antara Batam dan Singapore so close..atau sangat deketttt gitu..hehe....
Lanjut dech...



Huft...perasaan deket amat, udah nyampe jembatan 2, wah ternyata pulau nonton cuma sebuah pulau kecil loh, kalo gitu mending photo-photo narcis dulu ahhh...jepretttttttt....jeprettttttttt.....

Jembatan 2 ini dikenal juga dengan nama Narasinga, hem..apa yah kira-kira artinya????????
jembatan ini menghubungkan pulau tonton dengan pulau nipah, ukurannya juga lumayan loh panjang lebar 420x160x15 meter...

Wah ternyata diseberang atau bisa dikatakan disamping jembatan sih, ada pulau yang unik tuh, tapi koq rame orang-orang yah, hem kira-kira ngapain yah, wah ternyata tebakan sodara-sodara bener, mereka memancing ,tapi omong-omong gimana cara kesananya yah hem...??????? pusing juga...tanya kenapa???
cari sendiri jawabannya yah, saya mau lanjutkan perjalanan xixixixi

Selang beberapa menit, wah ternyata pulau nipah juga pulau yang kecil, tapi tidak kecil-kecil amat, hem



hore....udah separuh perjalanan kali yah, soalnya udah nemu jembatan 3 nih, ato juga dikenal dengan sebutan Jembatan Ali Haji. jembatan ini menghubungkan pulau nipah dengan pulau setokok, lucu juga yah nama pulaunya, menurut saya sich, No Coment lah....
jembatan ini memiliki panjang lebar 270x45x15meter, hem..


Lanjut ah.....


Jembatan 4.............nama lainnya Sultan Zainal Abidin....wah keren nih namanya....

Jembatan ini memiliki panjang lebar 365x145x16.5 hem ternyata lebih panjang dari jembatan sebelumnya yah, jembatan ini menghubungkan pulau setokok dengan pulau rempang, wah kayaknya sebuah pulau besar nih, soalnya termasuk pulau yang di sebut-sebut dalam Barelang loh alias Batam-Rempang-Galang.....

Kalo begitu kita buktikan....detik demi detik berlalu, menit pun terus berganti...wah ternyata memang bener, pulau rempang ini besar juga yah, hem,...

wow...apa itu.............

wah ditengah-tengah perjalanan di pulau rempang ini ada budidaya dan perkebunan Dragon Fruit, alias Buah Naga loh..tuh liat kebunnya terhampar luas dengan panorama lautan yang indah



Lanjut.....
Teruss............
akhirnya...


Akhirnya jembatan 5 kelihatan juga, kalo gitu mau istirahat dulu ah, hemm,,,istirahat ato photo-photo nih, hahahaha....yah sekalian lah...wow ada pulau-pulau kecil yang indah-indah juga loh,,bisa diliat sendiri tuh ada photo-photonya.....

Jembatan ini nama lainnya Tuanku Tambusai hem..pasti kenal dong siapa beliau, nah bagi yang lupa saya ingatin sedikit siapa sih tuanku tambusai itu, beliau ini adalah pejuang loh, pemimpin kaum padri untuk melawan penjajah yang sudah merenggut segalanya dari bumi indonesia tercinta ini...salut n penghargaan yang sedalam-dalamnya buat beliau...

Lanjut ke cerita tentang jembatan yah, jembatan ini memiliki panjang lebar 385x245x31 meter, hem jembatan ini menghubungkan pulau rempang dengan pulau galang, wah salah satu dari singkatan Barelang juga nih, mesti pulau yang besar juga......siapkan mentak dan fisik anda, kita lanjutkan perjuangan ....

untung saja cuaca kali ini sangat sangat sangat bersahabat, tidak hujan dan juga tidak panas,,,,sehingga  menikmati sekali perjalanan nya nih......

jalan.....
   jalan....
      jalan....
seakan perjalanan panjang ini tak berakhir....

lebay....tuh dah sampe ...


wah jembatan ke 6 ini biasa-biasa aja yah, juga kayaknya paling kecil dech..cuma memeliki panjang lebar 180x45x9.5 meter
nama lainnya Jembatan Raja Kecil, sesuai kali yah dengan namanya xixixixi...
 tapi jembatan ini juga sangat berarti dan terkenal loh karena nilai sejarah dari pulau yang dihubungkannya yaitu pulau galang dengan pulau galang baru, di pulau galang ini ceritanya dulu pernah dijadikan tempat penampungan 250.000 pengungsi dari Vietnam loh. pada tahun 1975-1996, bekas tempat pengungsian yang berada didesa Sijantung kecamatan Galang ini, masih banyak menyisakan benda-benda maupun bangunan-bangunan peningagalan para pengungsi itu loh..hem, menarik juga, ...

Nah kan sudah menemui 6 jembatan yang menghubungkan 7 pulau, berarti sudah dekat dengan akhir penantian dan tujuan perjalanan ini loh..lihat tuh pemandangan nya juga bagus dan menakjubkan loh, selangkah lagi kita raih kemenangan...



akhirnya, samapai juga di Penantian...
ujung Barelang..........Batam-Rempang-Galan

wow ada pulau dan pantai yang cantik tuh di seberang


Bersantai ria.............



Narcis abizzzzzzzzzzzzzzz...

Akhirnya..sekian dan terima kasih,,untuk perjalan pulangnya gak usah diceritain yah, paling juga kurang lebih...bye, bye.....

Read more »

Friday, November 25, 2011

CORETAN SEMANGAT UNTUK TEMAN By Arief Hartono

Sebuah asa, sebuah coretan semangat, terima kasih tuk' yang terkasih dan sangat kubanggakan, my bos, my friend, my inspiration.....

CORETAN SEMANGAT UNTUK TEMAN By: Arief Hartono

TULISAN INI UNTUK DIRENUNGKAN, BUKAN BERMAKSUD UNTUK MENYINGGUNG SIAPAPUN..

Bukan perpisahan yang kusesali, tetapi pertemuan yang kusyukuri...Saya bersyukur telah bertemu teman-teman seperjuangan disini, dimana sebuah tempat yang tidak ada dalam pilihan orang, sebuah tempat yang saat ini pun masih “termarginalkan”…sebuah tempat yang seakan tetap akan dibiarkan untuk tidak berkembang…

Padahal di tempat ini tersimpan orang-orang yang tidak kalah kualitasnya daripada tempat lain yang katanya “unggulan” itu,,tersimpan orang-orang yang justru punya potensi lebih besar, punya kemauan yang lebih besar untuk maju ,,punya komitmen yang tinggi…

Teman..

Saya bersyukur karena Allah telah memberi kesempatan untuk kita berkarya bersama. Masih banyak angan-angan dan harapan serta rencana yang belum sempat untuk dilaksanakan.

Kita harus sadar efek negative dari kaum yang termarginalkan, yakni perasaan minder, mudah menyerah, mudah menuntut, mudah memberontak…

Kalau kita mau maju, kita harus sadar dan lawan sifat itu, karena jika tidak, kita akan semakin terpuruk dan hanya dipandang sebelah mata oleh orang lain. Tunjukkan bahwa kita “berbeda” dari orang lain (DALAM ARTI POSITIF). Kemajuan kita hanya kita lah yang menentukan, bukan oleh orang lain, bukan oleh pihak lain. Harus kita ‘paksa’ mereka agar memandang dengan kedua matanya kepada kita. Bagaimana caranya? Tunjukkan bahwa kita mempunyai “karakter” yang berbeda. Karakter dalam diri kita akan muncul dengan alami, hanya jika diawali dengan niat yang tulus dan hati yang bersih.

Teman..

Ingatlah kita tidak bisa hidup sendiri. Di rumah, di komplek di mana kita tinggal, di kantor, bahkan di kapal, kita harus menyadari hal itu, kita harus punya teamwork yang solid. Untuk membentuk tim yang solid, masing-masing dari kita harus menghilangkan ego dalam diri. Munculkan sikap tenggang rasa dan empati

Khusus bagi para pemimpin..

Teman..

Setiap diri kita adalah pemimpin. Namun ada kalanya dalam sebuah tim, diangkat seorang pemimpin. Jadilah ‘pemimpin yang melayani’. Sudah tidak zamannya lagi pemimpin jadi raja, karena gaya seperti itu akan dijauhi orang bahkan akan ‘digulingkan’ oleh anggotanya sendiri. Seorang pemimpin yang melayani, justru akan ‘diangkat’ dan ‘dilindungi’ oleh anggotanya, tanpa diminta. Bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin yang melayani?

Caranya adalah dalam setiap kegiatan tim, hilangkan kata ‘saya’ dan ganti dengan kata ‘kita’. Dalam setiap kegiatan/pekerjaan, ajaklah seluruh anggota, bukan memerintah. Kunci dalam mengajak adalah kita pun ikut serta dalam pekerjaan itu dan memberi contoh yang baik. Percayalah dengan cara itu, akan terwujud teamwork yang hebat tanpa disangka-sangka. Timbulkan sifat empaty, yakni perasaan kita untuk memahami perasaan orang lain. Kita tidak ada artinya tanpa teman-teman kita..

Teman..

Saat ini pasti semua sudah akrab dengan IKU (yang bikin pening kepala)..Ini wajib kita buat, namun disisi lain ada yang lebih penting daripada sekedar mencapai nilai IKU, yakni NILAI DIRI. Kalau IKU adalah bersifat angka-angka (kuantitatif), namun NILAI DIRI Kita adalah kinerja kita (IKU)+bagaimana orang lain/teman kita menilai diri kita (kuantitaif+kualitatif). Nilai ini tidak bisa direkayasa. Bagaimana orang berkomentar tentang diri kita, maka itulah nilai diri kita.

Teman..

Terima kasih atas kerjasamanya yang luar biasa selama kita bersama..terima kasih atas segala kritikannya…terima kasih atas ‘kebersamaan’ dan ‘kekeluargaan’ yang luar biasa.. sehingga kita bisa bersama-sama membangun kantor ini..mohn maaaaf banget kalau banyak salah…Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu lagi..

Ingat, perubahan berawal dari diri kita, bukan oleh orang lain. Manfaatkan waktu yang ada dengan hal yang positif dan bermanfat, baik bagi diri kita, keluarga kita maupun bagi kantor kita.

JAZAKUMULLAH KHOIRON KASTIIROO
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Arief Hartono
Read more »

Monday, September 5, 2011

Menjalin Silaturahmi diantara Pulau Penawar Rindu dan Pulau Sambu

Salah satu moment silaturahmi  pada lebaran kali ini, kumanfaatkan untuk mengunjungi  seorang teman lama  yang bertempat tinggal di daerah atau tepatnya sebuah pulau yang di sebut Belakang Padang, atau juga terkenal dengan sebutan Pulau Penawar Rindu.
Entah kenapa disebut belakang padang aku sendiri pun tidak tahu, tapi yang jelas jarak ke Kota Padang yang terletak di Sumatera Barat mungkin ratusan Kilometer jaraknya dari Pulau ini, hahaha, entah di lihat belakangnya dari mana tidak tahu juga, biarlah menjadi misteri atau kalau penasaran nanti bisa tanya sendiri ke penduduk asli pulau tersebut asal usulnya, sekalian tanya kenapa juga di sebut Pulau Penawar Rindu yah, saya sendiri juga tidak tahu lah hahaha. Ok kita lanjut lagi, hem sebenarnya aku tidak ada niatan untuk silaturahmi atau berlibur ke pulau ini, namun dikarenakan iming-iming salah seorang temanku yang menjanjikan sebuah Exsotisme alam yang begitu indah, katanya ada sebuah pantai pasir putih yang begitu indah di pulau seberangnya, tepatnya Pulau sambu namanya, Gubrak langsung saja jiwa petualang ini bangkit, akhirnya di putuskan untuk ikut rombongan, katanya sih rombongan rame-rame kesana, namun entah di luar dugaan atau dikarenakan sesuatu dan lain hal dan sebagainya bla.bla.bla. ternyata gelombang pertama yang berangkat hanya 4 orang, well udah cukup bayak lah.
Lanjut berangkat……soalnya cuaca juga sudah mulai tidak bersahabat nih dan juga kapal pompong sudah menunggu, eh salah ternyata kami juga yang nunggu giliran kapal pompong, well tapi udah pada tau kan kapal pompong itu seperti apa atau apa, nah ini dia yang kita sebut kapal pompong itu.

Kapal Pompong

Ongkos yang dikenakan Rp.10000,- per orang untuk menuju ke Belakang Padang. Well, well berangkat juga akhirnya, yah estimasi waktu kira-kira 20 menitan lah sampe di negeri seberang (maksudnya belakang padang). Namun oh ditengeh-tengah perjalanan cuaca yang tadinya mulai tidak bersahabat sekarang emang ngajak berantem…brrrrrrrrrrrrr…hujan deras pun menghantam bumi eh laut maksudnya (berhubung kami lagi di tengah laut), tapi tetep tidak menyurutkan langkah kami tuk terus maju, hemmm…yah tapi basah-basah juga sih dikit-dikit nih tempat duduknya, well no problem lah.
Tapi ngomong-ngomong mungkin ada yang pengen tahu Belakang Padang atau yang lebih Populer di sebut Pulau Penawar Rindu ini tempat atau pulau apa sih, berikut sedikit ulasan dan penjelasan yang di kutip dari Wikipedia :
Belakang Padang adalah sebuah kecamatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Sebelum Batam, Belakang Padang digunakan sebagai pusat kecamatan untuk pulau-pulau kecil di sekitar Batam tetapi karena luasnya yang terbatas, Pulau Belakang Padang tidak berkembang sehingga pusat kecamatan di pindahkan ke Pulau Batam.
Penduduk Belakang Padang sangat heterogen dan sebagaian besar merupakan pendatang dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Pulau kecil ini di bagi menjadi beberapa kelurahan yang dihuni oleh beberapa suku seperti suku Jawa yang umumnya bertempat tinggal di kelurahan kampung Jawa, Kelurahan Kampung Tengah yang banyak di tempati oleh suku Padang, kelurahan kampung Tanjung banyak di tempati oleh suku Melayu dan Pasar yang banyak di huni oleh orang Tionghoa.
Alat transportasi umum di Belakang Padang adalah kendaraan beroda tiga yang disebut Becak. Becak adalah alat transportasi manual yang di kemudikan oleh seorang tukang becak. Alat transportasi lainnya adalah Ojek. Alat transportasi lainnya adalah Boat kecil atau yang sering disebut Boat Pancung dengan kekuatan mesin yang mengantarkan penduduk ke pulau2 kecil di sekitarnya dan juga ke Batam. Boat ini dapat mengangkut maksimal 10 orang.
Sebelumnya, penghasilan utama masyarakat Belakang Padang adalah nelayan namun seiring dengan berjalannya waktu, Belakang Padang di gunakan sebagai tempat hunian bagi sebagaian orang yang bekerja di Batam.

Finally sampai juga di pelabuhan belakang padang, sudah gak sabaran nih jadi tidak ada istilah menunggu atau berteduh, lanjut lari-lari kecil hehe, yah soalnya juga rumah temen kami itu tidak lah jauh sangat dari pelabuhan. Tapi ngomong-ngomong hujan nya deres juga nih, terpaksa juga harus berteduh, dan tiba-tiba nemu rumah makan yang jual Roti Perata nih, jadi laper juga nih, akhirnya diputuskan unutuk berteduh  sambil menimati Roti Perata khas daerah belakang padang, Mungkin banyak yang tidak tahu yah Roti Perata itu apa, akan saya jelaskan sedikit yah, Roti Perata itu sejenis martabak telor tapi cuma pake bahan tepung dan sedikit bumbu saja so rasanya agak hambar-hambar gitu, nah tetapi makannya pake kuah kari, kuah kari nya ini yang membuat lebih spesial, kuah kari ini mempunyai citarasa tersendiri dan enak banget, so akhirnya seporsi Roti Perata pun habis dengan lahapnya.

Roti Perata(Photo di peragakan Model)

Sudah makan-makannya mari kita jalan lagi berhubung hujan juga tinggal rintik-rintik, akhirnya sampai juga lah di rumah temen kami ini, wow situasi nya sangat nyaman  rumahnya berada di atas air, dengan tembok-tembok dan kayu-kayu penopang yang sangat kuat lah yah.





Singkat cerita 1 atau 2 jam kemudian datanglah sepasang muda-mudi dari batam (maksudnya 2 orang ini temen kami yang nyusul ) akhirnya anggota bertambah jadi 6 orang di tambah tuan rumahnya  jadi ber-7.
Ok langsung saja kita ke acara intinya, Going To Sambu Island…wah-wah ternyata acara intinya bukan silaturahmi yah ternyata jalan-jalan hahahaha…ke pulau sambu berarti kita harus naik pompong lagi yah untuk menyebarang, well ongkosnya Rp. 3000,- per orang, tapi berhubung tuan rumah baik hati dan tidak sombong jadinya gratisan.

 Diatas Kapal Pompong

Akhirnya Cuma beberapa menit sampailah di Pulau yang di sebut Sambu ini,


Pelabuhan Pulau Sambu

Pulau ini sangat kecil sekali tapi yah tidak kecil-kecil sangatlah, sebenarnya tempat apa sih disini kenapa juga banyak Tangki-tangki minyak milik Pertamina, ada yang menyebut Sambu ini didirikan sabagai terminal BBM pada tanggal 16 Agustus 1897 oleh pemerintah Colonial Belanda, wow kalau bener ternyata sudah tua sekali umurnya yah, tapi itu dulu, sekarang karena Negara Kita sudah merdeka jadi tidak ada urusan lagi sama yang namanya Belanda di sini, yah sekarang Pulau ini menjadi markasnya Pertamina untuk menyimpan beratus-ratus ton BBM untuk memenuhi kebutuhan BBM kapal-kapal barang, niaga, komersil maupun kapal-kapal Patroli milik pemerintah.
Mendaki….wah-wah ternyata untuk menuju ke pantai nya harus mendaki membelah bukit pulau ini, huft, tetapi jalannya sudah aspal semua sih jadi jalannya lebih enak, tapi tetep aja capek …


Pendakian di Mulai

Satu satunya Mesjid yang terletak di Puncak Pulau

Sudah ada yang Sekarat

                 Akhirnya dengan perjuangan yang cukup keras sampai juga lah di Pantai nya, yah tidak mengecewakan lah, lumayan bersih dan disuguhi pemandangan gedung-gedung pencakar langitnya Negara Singapore menambah romansa tempat ini, dan apa selanjutnya yang di lakukan, ternyata semuanya narcis-narcis kamera semua, untungnya ada temen kami yang profesi sampingannya sebagai Fotografer, akhirnya photo-photo lah sampai baterai kering kelontang.






Expresi Jiwa Muda

Akhirnya sore hari pun menghampiri, mari kita pulang ke pangkuan ibu pertiwi eh ibu kandung maksudnya, bye bye.
Read more »

Monday, August 22, 2011

Soe Hok Gie dan Puncak Abadi Para Dewa ( Mahameru )

Adakah hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru??

                                       Soe Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia
Sedangkan hubungan antara keduanya?

       Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada karena menghirup asap beracun
gunung tersebut pada 18 Desember 1969

Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942. Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: “Catatan Seorang Demonstran” setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983.

Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga dikenal sebagai salah satu pendiri Mapala UI ( Mahasiswa Pecinta Alam UI) dan salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung.

Gie tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442mdpl.
Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676mdpl. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut :  



“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”


Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat buruk akan menimpa dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :

“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”

Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :

Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.

Soe Hok Gie telah menjadi salah satu Dewa yang memuncaki MahameruPuncak Abadi Para Dewa



Read more »

Sebuah Tanya by Soe Hok Gie



Sebuah Tanya
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

* SOE HOK GIE *
Read more »

Friday, August 19, 2011

Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh


Sepenggal cerita lama dari penggalan kisah karya "Dee" yang kembali muncul diantara lautan luas memory ku

Supernova : " Ksatria, Putri, dan Bintang jatuh"


Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.
Sang Puteri naik ke langit.

Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu kupu, tetapi kupu kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.

Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.

Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.

Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih,tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya mengitari bumi, lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang Puteri masih jauh di awang awang, dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju.

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya.
“Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati,” ia berbisik, “tutuplah matamu, Ksatria.Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya.”

Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil, namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya….”Berhenti!”

Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.

Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.

"taken from Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh"
Read more »